Rabu, 15 Oktober 2014

Gizi Seimbang (yang baik dan halal)



Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan nikmat dan karunianya, dengan kesempurnaannya ia menciptakan alam semesta dan isinya, patutlah kita sebagai manusia untuk selalu bersyukur dan bertakwa kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertakwa dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.:)
Sahabat blog, kali ini saya akan berbagi suatu pengetahuan terkait dengan gizi tentunya. Judul kali ini adalah “Gizi Seimbang (yang baik dan halal)”. Makanan yang baik tentunya akan memberikan hasil yang baik pula bagi kesehatan tubuh kita dan makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk dimakan. Mengapa demikian? Mengapa harus ada istilah makanan halal dan haram? Di setiap agama sudah pasti ada ketentuan yang harus di patuhi oleh pemeluknya. Saat ini setiap bahan pangan baik yang telah diolah, setengah jadi, maupun belum mengalami pengolahan dituntut untuk mempunyai status halal. Hal ini untuk melindungi kesejahteraan dan keamanan konsumen dalam menikmati makanan, terutama bagi umat Muslim yang memang diwajibkan mengonsumsi makanan yang halal.  Pola makan yang baik tentunya berpedoman dengan gizi seimbang. Gizi seimbang adalah makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, yang mempunyai 4 prinsip pedoman gizi seimbang yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam,  tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 3)  Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh; 4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal.

A.      Kriteria Gizi Seimbang
Asupan zat gizi atau nutrisi kita sehari-hari harus memenuhi kriteria gizi seimbang. Karena tubuh kita memerlukan zat gizi tersebut untuk menghasilkan energi yang akan kita gunakan untuk beraktivitas. Berikut ini merupakan kriteria gizi seimbang (Almatsier, 2007):
a.    Makanan beraneka ragam dapat memberikan manfaat yang besar terhadap kesehatan. Sebab zat gizi tertentu yang tidak terkandung dalam satu jenis bahan makanan akan dapat dilengkapi oleh gizi serupa dari bahan makanan yang lain. Demikian juga bahan makanan dalam susunan aneka ragam menu seimbang akan saling melengkapi.
b.    Bahan makanan sumber zat tenaga adalah beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti, dan mi yang mengandung karbohidrat, serta minyak, margarine, dan santan yang mengandung lemak.
c.    Bahan makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan dari hewani adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan seperti keju.
d.   Zat pembangun berperanan sangat penting untuk perkembangan kualitas tingkat kecerdasan seseorang.
e.    Bahan makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Bahan makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi-fungsi organ tubuh.
f.     Setiap orang dianjurkan makan cukup hidangan mengandung zat tenaga atau energi, agar dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolah raga, berekreasi, kegiatan sosial, dan kegiatan yang lain. Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak. Kecukupan energi seseorang ditandai dengan berat badannya yang normal. Untuk mengetahui berat badan normal, seseorang dapat menggunakan digunakan indeks massa tubuh (IMT). Kekurangan energi yang berlangsung lama akan mengakibatkan menurunnya berat badan.
g.    Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi, terdapat dua kelompok karbohidrat yaitu:
·      Karbohidrat kompleks: Bahan makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) dan bahan makanan lain yang mengandung banyak karbohidrat (sagu, pisang).
·      Karbohidrat sederhana: Golongan karbohidrat sederhana yang tidak mengandung zat gizi lain, yang sifatnya hanya mengenyangkan dan cenderung dikonsumsi berlebihan. Konsumsi gula dapat menyebabkan kegemukan, karies gigi atau keropos. Oleh karena itu konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah kecukupan energi. Seyogyanya sekitar 50-60% kebutuhan energi diperlukan oleh karbohidrat kompleks, atau setara dengan 3-4 piring nasi.
h.    Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta menambah lezatnya hidangan. Konsumsi lemak dan minyak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi. Seyogyanya menggunakan lemak dan minyak nabati, misalnya minyak kelapa, minyak jagung, minyak kacang atau nabati yang lain.
i.      Gunakan garam beryodium Garam beryodium yang dikonsumsi setiap hari bermanfaat untuk mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). GAKY dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan pada balita, penyakit gondok, endemik dan kretin.
j.      Makanlah makan sumber zat besi Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi.
k.    Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 6 bulan Air Susu Ibu (ASI) mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang dan menjadi sehat sampai ia berumur 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan ASI saja tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, oleh karena itu setelah 6 bulan bayi mendapatkan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) diberikan kepada bayi secara bertahap sesuai dengan pertambahan umur, pertumbuhan berat badan dan perkembangan kecerdasannya.
l.      Biasakan makan pagi Makanan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerjanya. Bagi anak sekolah makan pagi dapat memudahkan konsentrasi belajar, menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajarnya pun menjadi lebih baik. Kebiasaan makan pagi membantu seseorang untuk mencukupi kebutuhan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan, dan akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga sumber zat pembangun dan zat pengatur.
m.  Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya Air minum harus bersih and bebas kuman. Oleh karena itu, air minum harus terlebih dahulu dididihkan. Sedangkan air minum dalam kemasan yang banyak beredar di pasaran, juga harus terlebih dulu diproses oleh pabrik sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memenuhi syaratsyarat kesehatan. Cairan yang dikonsumsi seseorang terutama air minum, sekurangkurangnya dua liter atau setara dengan delapan gelas setiap harinya, agar proses faali dalam tubuh berlangsung dengan lancar dan seimbang. Dengan mengkonsumsi cukup cairan, seseorang dapat terhindar dari menderita dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, serta dapat menurunkan risiko menderita penyakit batu ginjal.
n.    Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur Kegiatan fisik dan olah secara teratur dan cukup takarannya, dapat membantu mempertahankan derajat kesehatan yang optimal bagi yang bersangkutan.
o.    Hindari minuman beralkohol. Minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan, mabuk dan tidak mampu mengendalikan diri. Kehilangan kendali diri sering menjadi pencetus tindak kriminal. Selain itu minum-minuman beralkohol secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit gawat, misalnya penyakit hati.
p.    Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, telah diolah dengan cara yang benar sehingga fisik dan zat gizinya tidak rusak, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat. Makan makanan tidak aman dapat menyebabkan gangguan kesehatan, antara lain menderita keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.
q.    Bacalah label pada makanan yang dikemas. Peraturan perundangan-undangan, bahwa setiap produk makanan yang dikemas harus mencantumkan keterangan pada labelnya mengenai bahan-bahan yang digunakan, susunan (komposisi) zat gizinya, tanggal kadaluwarsa, dan keterangan penting lainnya. Semua keterangan yang rinci pada label makanan kemas sangat membantu konsumen pada saat memilih dan menggunkannya. Keterangan mengenai susunan zat gizi pada label diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan keadaan kesehatan konsumen. Keterangan mengenai kadaluwarsa pada label menunjukkan kelayakan makanan tersebut untuk bisa dimakan atau tidak. Sedangkan keterangan mengenai bahan-bahan, yang terkandung dalam makanan kemas tersebut memberikan informasi kepada konsumen untuk menilai halal atau tidaknya bahan makanan tersebut.

B.     Makanan yang baik dan halal
        Kemajuan teknologi seiring berkembangnya era global mempunyai dampak yang besar pada perkembangan mausia. Setiap orang mengikuti tren yang ada, tidak hanya dalam fashion, makanan juga merupakan tren bagi setiap orang. Makanan yang dianggap modern itu seperti pizza, burger, steak, coca-cola, dan lain sebagainya (Murdiati dan Amaliah, 2013).
          Di sisi lain, kaum yang terkena dampak buruk globalisasi menggunakan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya walau terkadang cara yang digunakan tidak baik. Selain itu, kasus-kasus makanan haram pun mulai merebak di Indonesia. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kriteria gizi seimbang haruslah makanan yang aman baik kesehatan dan halal.
          Mengonsumsi makanan halal merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Halal dan baik secara jasmani dan rohani. Makanan halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya. Makanan yang halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan di olah dengan cara yang benar menurut agama.
Adapun makanan yang baik dapat dipertimbangkan dengan akal dan ukurannya untuk kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan. Maka, makanan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan. Oleh karena itu , mendapatkan pangan halal seharusnya merupakan hak bagi setiap konsumen Muslim. Makanan yang halal adalah yang dizinkan untuk dikonsumsi atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya.
Dalil tentang perintah memakan makanan yang baik / halal:

ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ آÙ…َÙ†ُÙˆْا ÙƒُÙ„ُÙˆْا Ù…ِÙ†ْ Ø·َÙŠِّبَاتِ Ù…َارَزَÙ‚ْÙ†َÙƒُÙ…ْ
Artinya:
“ Hai orang – orang beriman makanlah diantara rizki yang baik yang kami berikan kepadamu “ ( QS. Albaqarah: 172 )
Pada dasarnya semua makanan adalah halal untuk dimakan, kecuali dilarang agama karena berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan yang membahayakan dan mengandung mudlarat ( merusak ) dilarang keras oleh agama.
Berbagai agama mempunyai ketentuan mengenai makanan yang baik dan halal yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap pemeluknya, tentunya ketentuan tersebut mempunyai beberapa manfaat diantaranya (Murdiati, Agnes dan Amaliah, 2013):
1)             Makanan halal dan baik akan menyehatkan jasmani. Sehat jasmani karena jika kita memakan makanan baik maka tubuh pun akan terbentuk dengan baik. Apa yang kita makan akan menjadi daging sehingga jika memakan yang dimakan baik, baiklah tubuh yang terbentuk.
2)             Menyehatkan rohani. Jika makanan yang masuk adalah makanan yang halal dan baik sesuai tuntunan agama masing-masing tentunya akan menambah keimanan pada agama yang kita anut.
3)             Terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh makanan dan minuman haram.
4)             Didapatkan rasa tenang dan dapat mengekang hawa nafsu karena makanan dan minuman yang dikonsumsi merupakan makanan yang baik.

Pengertian makanan dan minuman yang halal meliputi:
1.      Halal Secara Zatnya
Bangkai, darah dan babi secara tegas diharamkan oleh Allah, sesuai dengan ayat diatas. Selanjutnya semua binatang yang mati tidak melalui proses penyembelihan hukumnya haram, disamakan dengan bangkai.
2.      Halal Cara Memprosesnya
Makanan yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang tidak halal, maka menjadi haram.
3.      Halal Cara Memperolehnya
Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib.
Berikut ini merupakan tabel bahan tambahan yang kritis kehalalannya
 


Selain halal, makanan juga harus baik. Meski halal tapi jika tidak baik, hendaknya tidak kita makan. Di antara kriteria makanan yang baik adalah:
1.         Bergizi tinggi
2.         Makanan lengkap dan berimbang. Waktu SD kita belajar makanan 4 sehat 5 sempurna seperti nasi/jagung, lauk/pauk, sayuran, buah-buahan, dan terakhir susu. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada baiknya ditambah dengan herbal seperti madu, pasak bumi, habbatus saudah, minyak zaitun, dan sebagainya agar tubuh kita sehat.
3.         Tidak mengandung zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan kita, misalnya kolesterol tinggi atau bisa memicu asam urat kita.
4.         Alami. Tidak mengandung berbagai zat kimia seperti pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet kimia (misalnya formalin), pewarna kimia, perasa kimia (misalnya biang gula/aspartame, MSG, dsb)
5.         Masih segar. Tidak membusuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah
6.         Tidak berlebihan. Makanan sebaik apa pun jika berlebihan, tidak baik.
Contoh makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan dan halal untuk dikonsumsi yaitu:
1.      Susu Kambing
Susu kambing adalah salah satu obat terbaik untuk membangun kembali jaringan otak, sel-sel tubuh, sistim saraf, dan kemampuan mental. Susu kambing bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki protein lengkap dari semua jenis asam amino esensial tanpa kandungan lemak sebesar susu sapi. Molekul-molekul lemaknya hanya sebesar 1/9 ukuran molekul susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna. Orang-orang yang alergi dengan susu sapi bisa meminum susu kambing tanpa masalah. Alergi terhadap susu sapi dapat ditemukan pada orang-orang yang memiliki kondisi seperti infeksi telinga kronis, asma, eksim, dan artritis. Meminum susu kambing dapat mengurangi gejala penyakit-penyakit tersebut.
2.      Madu
Dari lebah keluar madu yang merupakan obat bagi manusia.” [An Nahl 69]. Sifat gizi madu tergantung pada komposisi kimianya. Madu murni mengandung alkaloid, glikosida auterquinone, inti glikosida,dan flavonoid. Sifat antimikroba dari madu dalam kaitannya dengan pengobatan luka telah diakui sekitar 4500 tahun yang lalu (M P Singh, 2012).
3.      Kurma
Berdasarkan penelitian para ilmuwan, kurma kaya dengan protein, serat gula, vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi, kalsium, sodium dan potasium. Kandungan protein di dalam kurma sebesar 1,8 – 2,0 persen, serat 2,0 – 4,0 persen dan gula sebesar 50 – 70 persen glukosa. Dengan kandung gula seperti itu, kurma mampu memberi tambahan tenaga bagi orang yang berbuka puasa hingga ia akan merasa segar dan bertenaga uuntuk beribadah.

 Kesimpulan
Tubuh kita memerlukan zat gizi yang seimbang untuk menghasilkan energi yang akan kita gunakan untuk beraktivitas. Salah satu kriteria  gizi seimbang tentunya haruslah aman dan memberikan informasi konsumen untuk menilai halal atau tidaknya bahan makanan tersebut. Makanan yang halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan diolah dengan cara yang benar menurut agama. Adapun makanan yang baik dapat dipertimbangkan dengan akal dan ukurannya untuk kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan.

Saran
Cermati setiap makanan yang akan kita makan. Jika ada kejanggalan lebih baik ditinggalkan, namun lebih baiknya jika kita tahu apa saja ciri-ciri makanan yang halal dan aman untuk kita konsumsi. Mencegah lebih baik daripada mengobati.:)

 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar