Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji
bagi Allah yang telah menyempurnakan nikmat dan karunianya, dengan
kesempurnaannya ia menciptakan alam semesta dan isinya, patutlah kita sebagai
manusia untuk selalu bersyukur dan bertakwa kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa
Allah bersama orang yang bertakwa dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berbuat baik.:)
Sahabat blog, kali ini saya akan berbagi
suatu pengetahuan terkait dengan gizi tentunya. Judul kali ini adalah “Gizi
Seimbang (yang baik dan halal)”. Makanan yang baik tentunya akan memberikan
hasil yang baik pula bagi kesehatan tubuh kita dan makanan yang halal ialah
makanan yang dibolehkan untuk dimakan. Mengapa demikian? Mengapa harus ada
istilah makanan halal dan haram? Di setiap agama
sudah pasti ada ketentuan yang harus di patuhi oleh pemeluknya. Saat ini
setiap bahan pangan baik yang telah diolah, setengah jadi, maupun belum
mengalami pengolahan dituntut untuk mempunyai status halal. Hal ini untuk
melindungi kesejahteraan dan keamanan konsumen dalam menikmati makanan,
terutama bagi umat Muslim yang memang diwajibkan mengonsumsi makanan yang halal.
Pola makan yang baik tentunya berpedoman
dengan gizi seimbang. Gizi seimbang adalah makanan sehari-hari yang mengandung
zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, yang mempunyai 4 prinsip
pedoman gizi seimbang yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada
satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan
tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air
Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan
perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi
Seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara
pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh; 4)
Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal.
A. Kriteria
Gizi Seimbang
Asupan zat gizi atau nutrisi kita
sehari-hari harus memenuhi kriteria gizi seimbang. Karena tubuh kita memerlukan
zat gizi tersebut untuk menghasilkan energi yang akan kita gunakan untuk
beraktivitas. Berikut ini merupakan kriteria gizi seimbang (Almatsier, 2007):
a. Makanan
beraneka ragam dapat memberikan manfaat yang besar terhadap kesehatan. Sebab
zat gizi tertentu yang tidak terkandung dalam satu jenis bahan makanan akan
dapat dilengkapi oleh gizi serupa dari bahan makanan yang lain. Demikian juga
bahan makanan dalam susunan aneka ragam menu seimbang akan saling melengkapi.
b. Bahan
makanan sumber zat tenaga adalah beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar,
kentang, sagu, roti, dan mi yang mengandung karbohidrat, serta minyak,
margarine, dan santan yang mengandung lemak.
c. Bahan
makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah
kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan dari hewani adalah telur, ikan, ayam,
daging, susu serta hasil olahan seperti keju.
d. Zat
pembangun berperanan sangat penting untuk perkembangan kualitas tingkat
kecerdasan seseorang.
e. Bahan
makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Bahan
makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk
melancarkan bekerjanya fungsi-fungsi organ tubuh.
f. Setiap
orang dianjurkan makan cukup hidangan mengandung zat tenaga atau energi, agar
dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar,
berolah raga, berekreasi, kegiatan sosial, dan kegiatan yang lain. Kebutuhan
energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat,
protein, lemak. Kecukupan energi seseorang ditandai dengan berat badannya yang
normal. Untuk mengetahui berat badan normal, seseorang dapat menggunakan
digunakan indeks massa tubuh (IMT). Kekurangan energi yang berlangsung lama
akan mengakibatkan menurunnya berat badan.
g. Makanlah
makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi, terdapat dua
kelompok karbohidrat yaitu:
· Karbohidrat
kompleks: Bahan makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras,
jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) dan bahan makanan
lain yang mengandung banyak karbohidrat (sagu, pisang).
· Karbohidrat
sederhana: Golongan karbohidrat sederhana yang tidak mengandung zat gizi lain,
yang sifatnya hanya mengenyangkan dan cenderung dikonsumsi berlebihan. Konsumsi
gula dapat menyebabkan kegemukan, karies gigi atau keropos. Oleh karena itu
konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah kecukupan energi.
Seyogyanya sekitar 50-60% kebutuhan energi diperlukan oleh karbohidrat
kompleks, atau setara dengan 3-4 piring nasi.
h. Batasi
konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi Lemak dan
minyak yang terdapat di dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi,
membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta menambah lezatnya
hidangan. Konsumsi lemak dan minyak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi.
Seyogyanya menggunakan lemak dan minyak nabati, misalnya minyak kelapa, minyak
jagung, minyak kacang atau nabati yang lain.
i. Gunakan
garam beryodium Garam beryodium yang dikonsumsi setiap hari bermanfaat untuk
mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). GAKY dapat
menghambat perkembangan tingkat kecerdasan pada balita, penyakit gondok,
endemik dan kretin.
j. Makanlah
makan sumber zat besi Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara
berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi.
k. Berikan
ASI saja kepada bayi sampai berumur 6 bulan Air Susu Ibu (ASI) mampu memenuhi
kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang dan menjadi sehat sampai ia berumur 6
bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan ASI saja tidak mampu untuk memenuhi
kebutuhan gizi bayi, oleh karena itu setelah 6 bulan bayi mendapatkan Makanan
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) diberikan kepada bayi secara bertahap sesuai
dengan pertambahan umur, pertumbuhan berat badan dan perkembangan
kecerdasannya.
l. Biasakan
makan pagi Makanan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi
orang dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya
tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerjanya. Bagi anak sekolah
makan pagi dapat memudahkan konsentrasi belajar, menyerap pelajaran, sehingga
prestasi belajarnya pun menjadi lebih baik. Kebiasaan makan pagi membantu
seseorang untuk mencukupi kebutuhan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk
makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan, dan akan lebih baik
bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga sumber zat pembangun dan zat
pengatur.
m. Minumlah
air bersih, aman dan cukup jumlahnya Air minum harus bersih and bebas kuman.
Oleh karena itu, air minum harus terlebih dahulu dididihkan. Sedangkan air
minum dalam kemasan yang banyak beredar di pasaran, juga harus terlebih dulu
diproses oleh pabrik sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memenuhi
syaratsyarat kesehatan. Cairan yang dikonsumsi seseorang terutama air minum,
sekurangkurangnya dua liter atau setara dengan delapan gelas setiap harinya,
agar proses faali dalam tubuh berlangsung dengan lancar dan seimbang. Dengan
mengkonsumsi cukup cairan, seseorang dapat terhindar dari menderita dehidrasi
atau kekurangan cairan tubuh, serta dapat menurunkan risiko menderita penyakit
batu ginjal.
n. Lakukan
kegiatan fisik dan olah raga secara teratur Kegiatan fisik dan olah secara
teratur dan cukup takarannya, dapat membantu mempertahankan derajat kesehatan
yang optimal bagi yang bersangkutan.
o. Hindari
minuman beralkohol. Minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan, mabuk
dan tidak mampu mengendalikan diri. Kehilangan kendali diri sering menjadi
pencetus tindak kriminal. Selain itu minum-minuman beralkohol secara berlebihan
dapat menyebabkan penyakit gawat, misalnya penyakit hati.
p. Makanlah
makanan yang aman bagi kesehatan. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak
tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri, tidak mengandung bahan
kimia yang berbahaya, telah diolah dengan cara yang benar sehingga fisik dan
zat gizinya tidak rusak, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.
Makan makanan tidak aman dapat menyebabkan gangguan kesehatan, antara lain
menderita keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.
q. Bacalah
label pada makanan yang dikemas. Peraturan perundangan-undangan, bahwa setiap
produk makanan yang dikemas harus mencantumkan keterangan pada labelnya
mengenai bahan-bahan yang digunakan, susunan (komposisi) zat gizinya, tanggal
kadaluwarsa, dan keterangan penting lainnya. Semua keterangan yang rinci pada
label makanan kemas sangat membantu konsumen pada saat memilih dan
menggunkannya. Keterangan mengenai susunan zat gizi pada label diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan keadaan kesehatan konsumen. Keterangan
mengenai kadaluwarsa pada label menunjukkan kelayakan makanan tersebut untuk
bisa dimakan atau tidak. Sedangkan keterangan mengenai bahan-bahan, yang
terkandung dalam makanan kemas tersebut memberikan informasi kepada konsumen
untuk menilai halal atau tidaknya bahan makanan tersebut.
B. Makanan
yang baik dan halal
Kemajuan
teknologi seiring berkembangnya era global mempunyai dampak yang besar pada
perkembangan mausia. Setiap orang mengikuti tren yang ada, tidak hanya dalam
fashion, makanan juga merupakan tren bagi setiap orang. Makanan yang dianggap
modern itu seperti pizza, burger, steak, coca-cola, dan lain sebagainya
(Murdiati dan Amaliah, 2013).
Di
sisi lain, kaum yang terkena dampak buruk globalisasi menggunakan berbagai cara
untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya walau terkadang cara yang digunakan
tidak baik. Selain itu, kasus-kasus makanan haram pun mulai merebak di
Indonesia. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kriteria gizi seimbang
haruslah makanan yang aman baik kesehatan dan halal.
Mengonsumsi
makanan halal merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Halal dan baik secara
jasmani dan rohani. Makanan halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama
dari segi hukumnya. Makanan yang halal hakikatnya adalah makanan yang didapat
dan di olah dengan cara yang benar menurut agama.
Adapun makanan yang baik dapat dipertimbangkan dengan akal dan ukurannya untuk kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan. Maka, makanan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan. Oleh karena itu , mendapatkan pangan halal seharusnya merupakan hak bagi setiap konsumen Muslim. Makanan yang halal adalah yang dizinkan untuk dikonsumsi atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya.
Adapun makanan yang baik dapat dipertimbangkan dengan akal dan ukurannya untuk kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan. Maka, makanan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan. Oleh karena itu , mendapatkan pangan halal seharusnya merupakan hak bagi setiap konsumen Muslim. Makanan yang halal adalah yang dizinkan untuk dikonsumsi atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya.
Dalil
tentang perintah memakan makanan yang baik / halal:
ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ آÙ…َÙ†ُÙˆْا ÙƒُÙ„ُÙˆْا Ù…ِÙ†ْ Ø·َÙŠِّبَاتِ Ù…َارَزَÙ‚ْÙ†َÙƒُÙ…ْ
Artinya:
“ Hai orang – orang beriman makanlah diantara rizki yang baik yang kami berikan kepadamu “ ( QS. Albaqarah: 172 )
Pada dasarnya semua makanan adalah halal untuk dimakan, kecuali dilarang agama karena berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan yang membahayakan dan mengandung mudlarat ( merusak ) dilarang keras oleh agama.
ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ آÙ…َÙ†ُÙˆْا ÙƒُÙ„ُÙˆْا Ù…ِÙ†ْ Ø·َÙŠِّبَاتِ Ù…َارَزَÙ‚ْÙ†َÙƒُÙ…ْ
Artinya:
“ Hai orang – orang beriman makanlah diantara rizki yang baik yang kami berikan kepadamu “ ( QS. Albaqarah: 172 )
Pada dasarnya semua makanan adalah halal untuk dimakan, kecuali dilarang agama karena berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan yang membahayakan dan mengandung mudlarat ( merusak ) dilarang keras oleh agama.
Berbagai agama mempunyai ketentuan mengenai
makanan yang baik dan halal yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap pemeluknya,
tentunya ketentuan tersebut mempunyai beberapa manfaat diantaranya (Murdiati,
Agnes dan Amaliah, 2013):
1)
Makanan halal dan baik akan
menyehatkan jasmani. Sehat jasmani karena jika kita memakan makanan baik maka
tubuh pun akan terbentuk dengan baik. Apa yang kita makan akan menjadi daging
sehingga jika memakan yang dimakan baik, baiklah tubuh yang terbentuk.
2)
Menyehatkan rohani. Jika
makanan yang masuk adalah makanan yang halal dan baik sesuai tuntunan agama
masing-masing tentunya akan menambah keimanan pada agama yang kita anut.
3)
Terhindar dari
penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh makanan dan minuman haram.
4)
Didapatkan rasa tenang dan
dapat mengekang hawa nafsu karena makanan dan minuman yang dikonsumsi merupakan
makanan yang baik.
Pengertian
makanan dan minuman yang halal meliputi:
1. Halal Secara Zatnya
Bangkai,
darah dan babi secara tegas diharamkan oleh Allah, sesuai dengan ayat diatas.
Selanjutnya semua binatang yang mati tidak melalui proses penyembelihan
hukumnya haram, disamakan dengan bangkai.
2. Halal Cara Memprosesnya
Makanan
yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang tidak halal, maka menjadi
haram.
3. Halal Cara Memperolehnya
Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang
dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam hanya makan dan minum
yang halal dan thoyyib.
Berikut ini merupakan tabel bahan tambahan yang kritis
kehalalannya
Selain halal, makanan juga harus baik. Meski halal tapi jika tidak baik,
hendaknya tidak kita makan. Di antara kriteria makanan yang baik adalah:
1.
Bergizi tinggi
2.
Makanan lengkap dan berimbang. Waktu SD kita belajar
makanan 4 sehat 5 sempurna seperti nasi/jagung, lauk/pauk, sayuran,
buah-buahan, dan terakhir susu. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat,
protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada baiknya
ditambah dengan herbal seperti madu, pasak bumi, habbatus saudah, minyak
zaitun, dan sebagainya agar tubuh kita sehat.
3.
Tidak mengandung zat-zat yang membahayakan bagi
kesehatan kita, misalnya kolesterol tinggi atau bisa memicu asam urat kita.
4.
Alami. Tidak mengandung berbagai zat kimia seperti
pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet kimia (misalnya formalin), pewarna
kimia, perasa kimia (misalnya biang gula/aspartame, MSG, dsb)
5.
Masih segar. Tidak membusuk atau basi sehingga warna,
bau, dan rasanya berubah
6.
Tidak berlebihan. Makanan sebaik apa pun jika
berlebihan, tidak baik.
Contoh makanan dan minuman yang baik bagi
kesehatan dan halal untuk dikonsumsi yaitu:
1.
Susu Kambing
Susu kambing adalah salah satu obat terbaik untuk
membangun kembali jaringan otak, sel-sel tubuh, sistim saraf, dan kemampuan
mental. Susu kambing bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki protein lengkap
dari semua jenis asam amino esensial tanpa kandungan lemak sebesar susu sapi.
Molekul-molekul lemaknya hanya sebesar 1/9 ukuran molekul susu sapi, sehingga
lebih mudah dicerna. Orang-orang yang alergi dengan susu sapi bisa meminum susu
kambing tanpa masalah. Alergi terhadap susu sapi dapat ditemukan pada
orang-orang yang memiliki kondisi seperti infeksi telinga kronis,
asma, eksim, dan artritis. Meminum susu kambing dapat mengurangi gejala
penyakit-penyakit tersebut.
2.
Madu
Dari lebah keluar madu yang merupakan obat bagi manusia.” [An Nahl 69]. Sifat gizi madu tergantung pada komposisi kimianya. Madu murni mengandung alkaloid, glikosida auterquinone, inti glikosida,dan flavonoid. Sifat antimikroba dari madu dalam kaitannya dengan pengobatan luka telah diakui sekitar 4500 tahun yang lalu (M P Singh, 2012).
Dari lebah keluar madu yang merupakan obat bagi manusia.” [An Nahl 69]. Sifat gizi madu tergantung pada komposisi kimianya. Madu murni mengandung alkaloid, glikosida auterquinone, inti glikosida,dan flavonoid. Sifat antimikroba dari madu dalam kaitannya dengan pengobatan luka telah diakui sekitar 4500 tahun yang lalu (M P Singh, 2012).
3.
Kurma
Berdasarkan
penelitian para ilmuwan, kurma kaya dengan protein, serat gula, vitamin A dan C
serta mineral seperti zat besi, kalsium, sodium dan potasium. Kandungan protein
di dalam kurma sebesar 1,8 – 2,0 persen, serat 2,0 – 4,0 persen dan gula
sebesar 50 – 70 persen glukosa. Dengan kandung gula seperti itu, kurma mampu
memberi tambahan tenaga bagi orang yang berbuka puasa hingga ia akan merasa
segar dan bertenaga uuntuk beribadah.
Kesimpulan
Tubuh
kita memerlukan zat gizi yang seimbang untuk menghasilkan energi yang akan kita
gunakan untuk beraktivitas. Salah satu kriteria gizi seimbang tentunya haruslah aman dan memberikan
informasi konsumen
untuk menilai halal atau tidaknya bahan makanan tersebut. Makanan yang halal
hakikatnya adalah makanan yang didapat dan diolah dengan cara yang benar
menurut agama. Adapun makanan yang baik dapat dipertimbangkan dengan akal dan
ukurannya untuk kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan
tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan.
Saran
Cermati setiap makanan yang akan kita
makan. Jika ada kejanggalan lebih baik ditinggalkan, namun lebih baiknya jika
kita tahu apa saja ciri-ciri makanan yang halal dan aman untuk kita konsumsi. Mencegah lebih baik daripada mengobati.:)